15 February 2011

musim hujan atau musim kemarau??


pertanyaan itu yang sering muncul di pikiran saya akhir-akhir ini. bagaimana tidak, alam pun mungkin saat ini sedang bingung, yang sedang menguasainya musim hujan ataukah musim kemarau. dari pagi hingga sore cuaca sangat panas, dan ketika matahari akan terbenam tiba-tiba hujan datang dengan sangat deras. esoknya pun begitu, kadang matahari menyombongkan diri, kadang hujan yang menguasai bumi. 

mungkin teori yang pernah saya pelajari dalam mata pelajaran Geografi yang menjelaskan bahwa musim hujan terjadi pada bulan Desember hingga Maret dan musim kemarau terjadi pada bulan Mei hingga Agustus, sudah tidak berlaku lagi. saat ini saja (bulan Februari) yang seharusnya masih termasuk dalam kategori musim hujan, sudah tidak ada lagi tanda-tanda hujan akan turun. setiap hari yang saya rasakan hanyalah hawa panas dari kota Palembang, sangat panas.

dampak dari global warming, mungkin itulah jawaban yang banyak dilontarkan oleh sebagian masyarakat. yaa, global warming atau yang sering disebut sebagai pemanasan global, sedang menjadi trend topic yang hangat dibicarakan. dan salah satu dampak dari global warming yang sangat terasa adalah perubahan iklim yang sangat ekstrim. maka dari itu, saat ini semua lapisan masyarakat sedang beramai-ramai melakukan aksi anti global warming. sebut saja slogan-slogan yang sering kita dengar atau kita lihat dijalan "Go Green" or "Go Blue", dll. jadi ya wajar saja kalo saat ini hujan kalah dengan matahari, wong namanya aja pemanasan global, jadi yang panas lebih unggul daripada yang dingin. hehe..

sobat blogger, mungkin kalian juga merasakan hal yang sama denganku. kangen dengan musim-musim teratur kita dulu, dimana saat musim hujan tiba, tak ada hawa panas yang begitu menyiksa. tapi sekarang?? ketika di kota A sedang musim hujan, di saat yang sama kota B sedang merasakan musim panas. musim panas?? oiya, mungkin untuk saat ini istilah musim kemarau sudah hampir hilang, karena kebanyakan masyarakat terutama saya lebih suka menyebut musim panas daripada musim kemarau. ahh, sudahlah, kita coba saja untuk menikmati keadaan yang ada, menikmati semua dampak buruk yang terjadi di bumi hijau kita saat ini.

menikmati banjir yang datang

menikmati sampah berserakan

bercanda kok!! kita jangan menikmati kejadian-kejadian buruk itu, tapi teruslah berusaha untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang. jangan pernah bilang "selesai" untuk kembali menghijaukan bumi kita, jangan pernah bilang "cukup" untuk terus berdamai dengan alam. selamatkan bumi kita, sudah cukup banyak kejadian alam yang seharusnya membuat kita sadar bahwa alam juga butuh perhatian dari kita. lakukan lah hal yang bisa kita lakukan untuk ikut berpartisipasi, jangan cuma berpartisipasi lewat kampanye karena yang dibutuhkan saat ini adalah bukti bukan janji (seperti mo kampanye capres aja). hehe

1. mulailah untuk tidak buang sampah sembarangan
2. jalan kaki sehat lo, jadi kalo cuma mo ke warung, ke rumah tetangga, atau ke tempat-tempat yang bisa di jangkau tanpa harus menggunakan mesin, lebih baik mulai belajar untuk jalan kaki deh atau pake sepeda aja yang sedikit lebih cepat. 
3. terus lakukan penghijauan, terutama bagi yang perempuan nih ayoo keluarin jiwa cinta bunga kalian.. hehe
4. matikan lampu saat tidur. simple banget kan??

sesuai dengan 3M nya aa'Gym (Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dari hal yang kecil, Mulailah saat ini juga) jadi segitu aja deh sarannya, soalnya kalo banyak-banyak takutnya ntar saya sendiri yang nggak bisa ngelakuinnya. 

so, ayo lakukan yang terbaik untuk bumi tercinta kita. semoga saja beberapa tahun lagi, kita masih bisa menjelaskan ke generasi penerus kita tentang musim hujan dan musim kemarau yang terjadi di Indonesia. 
gambar milik om google

21 comments:

  1. wuih makin piter aja anakku tersayang ini.. betul lakukan tindakan nyata meskipun kecil, agar bumi yang sedang demam ini bisa segera mereda...

    Salam Lestari Palembang..!!!

    ReplyDelete
  2. wah banyak blogger yan gmakin banyak me-review lingkungan ... inovasi sekaligus pesan sosial untuk lingkungan ....

    saya juga merasakan hal yang sama pancaroba istilahnya berlaku sepanjang tahun karena musim hujan,kemarau,tak ada lagi yang ada musim perpaduan keduanya serta datangnya pun sulit diprediksi ...

    ReplyDelete
  3. Perubahan iklim sekarang semakin tidak jelas .....

    ReplyDelete
  4. hmmm...sederhana tapi tepat sasaran, makin keren aja rumah barumi ini dhe

    ReplyDelete
  5. ayah >> karena dari hal kecil itu lah maka akan berdampak menjadi hal besar kalo tidak diperbaiki.. salam hijau ayaaaahh.. :)

    kopi >> yah bener.. kapan kita bisa menikmati musim hujan yang memang hujan, musim kemarau yang memang kemarau, lagi??

    ReplyDelete
  6. rubi >> perubahan iklim yang sangat ekstrim.. GO GREEN brader!! kalo suka laut, ayoo GO BLUE!! hehe..

    fadh >> ingin terus mengasah dan membagi apa yang bisa dibagi fadh.. thx yaa. :)

    ReplyDelete
  7. Green & Cleen, ikut bergabung dhe, :D
    bumi sudah memberi banyak untuk manusia, saatnya kita berbaikan untuk kemaslahatan umat, he... ngomong apa...

    ReplyDelete
  8. yah, cintai alam kita.. kalo bukan kita, siapa lagi?? hehe..

    ReplyDelete
  9. 3M, 2 huruf tapi memiliki makna yang tepat, yuk ah jaga kebersihan dari lingkungan kita, lingkungan terdekat kita.. kalau bukan kita sapa lagi.. sukses ya dhe, kontesnya.. MERDEKA

    ReplyDelete
  10. musim musiman ya mbak....., kadang musim duren... kadang musim rambutan... pokoknya musim apa aja enak deh.... :D

    ReplyDelete
  11. hutan di kalimantan juga udah abis terbakar nehh..
    yang tersisa tinggal tunggul-tunggul di tepian rawa aja..
    Padahal hutan kalimantan=1/3 hutan di dunia..
    Ayo kita jaga terus lingkungan..
    reuse&recycle or recycle&reuse??
    hehehe..

    ReplyDelete
  12. ibarat pepatah sedikit sedikit lama lama menjadi bukit, demikian pula sampah, tanpa terasa ketika buang sampah sembarangan, nanti akibatnya akan lebih besar.. mulai dari bau tak sedap, banjir hingga ketidaknyamanan dalam hidup lah pokoknya...

    sukses ya..

    iya saya mamung, dejavu apaan ya mangsudnya..? :D

    ReplyDelete
  13. om >> MERDEKA juga om!! hehe.. salam hijau dari Palembang :)

    pri >> waahh, sepertinya tahun ini gk ada musim duren deh mas.. xixixixi

    ReplyDelete
  14. hasbullah >> ayoo, mulai tanam menanam lagi kalo gitu.. lestarikan hutan kita, biar hujan tak menjadi musuh hutan.. :)

    mamung >> thx yaa.. :) kamu mirip mamung yang aku kenal di KA, atau emang mamung yang sama..

    ReplyDelete
  15. masyaalloh.. ini dhenok habibie kah..?

    iya aku yang di KA juga..

    kok kita baru ketemu di dunia perblogan yaa..?

    ReplyDelete
  16. jadi beneran?? subhanallah.. lama kali tak bercakap dengan kau brader, kalo ini room pasti udah dhe teriakin "kangeeeeeen".. hahahahaha..

    berarti BW dhe semalem gk sia-sia.. great to see you again, mung.. ^_^

    ReplyDelete
  17. wah, sekarang bingung... dibilang musim panas, ya ujan jg. dibilang musim ujan, ya panas jg hehehe...

    ReplyDelete
  18. berarti sesuai dong ma judul dhe.. hehe..

    salam kenal brader.. :)

    ReplyDelete
  19. Mampir nich...
    menarik sekali blog anda, dan saya sangat suka..
    Salam....
    oh ya ada sedikit info nich tentang bibit jabon dan kayu jabon semoga bermanfaat...

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan bahasa persatuan, bahasa Indonesia.. ^_^