24 October 2010
untuk sinar yang selalu dirindukan
sosok mungil itu terlihat sangat lemah, mungkin terlalu lelah atas beban yang telah dia rasakan..
bertahan di tengah tuntutan hidup yang membuatnya tak bisa memikirkan dirinya sendiri..
berjuang untuk satu senyum yang telah membuatnya merasakan indahnya menjadi manusia..
pedih sekali melihat peri kecil itu harus menanggung beban yang sama sekali belum pantas dia pikul..
sosok bunda yang seharusnya memberikan perlindungan dan kedamaian hanya bisa terbaring di atas kasur usang itu..
sosok yang harusnya mengurus peri kecilnya, membiarkannya bermain tertawa lepas bersama teman-temannya..
kini hanya bisa diam, bukan karena malas tapi karena kelumpuhan yang sudah membuatnya menahan tangis atas kebahagiaan yang dia renggut dari perinya..
menahan pilu yang teramat sakit ketika merasakan tangan mungil itu yang selalu ada untuknya..
gadis itu masih kecil kawan, baru 6 tahun dia menjalani hidup..
tapi setengah dari hidupnya sudah di habiskan untuk mengurus pelita hidupnya sendirian..
saat teman-temannya masih bermain dan tertawa bersama, dia harus mengurus pelitanya dan tak pernah sedikitpun dia meninggalkan pelitanya sendirian..
sungguh malu diri ini saat aku membandingkan aku dengan dia..
air mata yang keluar takkan mampu menjelaskan betapa peri itu sungguh mulia..
mungkin kau akan menjerit, melihat dia memasak di atas tungku itu..
melihat dia memberikan hasil makanannya untuk bundanya..
duduk, melihat bundanya makan dan kemudian baru dia yang memasukkan makanan itu ke mulutnya..
Ya Rabb..
apa dia salah satu malaikatMu??
dia terlalu kecil Rabb ku..
kenapa tak Kau izinkan dia selayaknya anak-anak seusianya..
bukankah indah melihat tawa yang keluar dari bibirnya saat dia bahagia..
melihat dia bermain, melakukan semua yang dia suka..
dia terlalu dewasa untuk seumurnya..
lihatlah tatapannya masih sangat polos untuk tau beban apa yang sedang dia kerjakan..
Kau tau Rabbku, tak pernah aku melihat dia tertawa lepas..
setiap hari, dia hanya sibuk dengan semua rutinitas yang harusnya dilakukan oleh pelitanya..
mungkin Kau tau kalau setiap malam banyak airmata yang keluar darinya..
Kau pasti tau bahwa ada sejuta pertanyaan yang bersemayam di otaknya..
kenapa Kau tak memberikan keajaibanMu sekarang??
bersabarlah sayang..
kau juga pasti percaya kalau janji Rabb kita sangat indah..
andai kau tahu bahwa di tiap hembusan nafasmu ada banyak malaikat yang berdoa untukmu..
kau juga harus tahu kalau pelitamu adalah perempuan yang paling beruntung..
bersiaplah untuk semua hal tulus yang telah kau lakukan untuk dia..
atas baktimu, atas sayangmu..
aku merindukan senyummu..
pelitamu juga mungkin merindukan senyum paling bahagia dari bibirmu..
senyum yang dia lupa kapan terakhir dia melihatnya tersungging di bibir manismu..
tersenyumlah sayang..
meskipun bukan sekarang, mungkin di lain waktu kau akan baru tahu bahwa ada banyak alasan yang bisa membuatmu memberikan senyum manismu..
jangan pernah menyerah..
jangan pernah takut akan kehidupanmu yang masih panjang..
karena kau adalah sinar dunia ini..
sinar yang akan selalu dirindukan disemua musim..
22 October 2010
hanya bisa merindukan kalian
mungkin ini jawaban dari langit yang polos tanpa senyum..
langit yang takkan indah tanpa dihiasi satupun kerlip bintang..
dan bulan pun malam ini menarik diri dari luasnya langit..
bersumputan di balik awan dan hanya sesekali memamerkan senyumnya..
seperti sepi yang kurasa dihati ini..
otakku memang tak pernah sepi, selalu memikirkan satu persatu apa yang harus aku pikirkan..
tubuh ini pun tak pernah berhenti dari rutinitas ku sebagai manusia dan hamba..
tapi jiwa ini sepi..
merindukan tawa-tawa renyah yang biasanya hadir mengisi hari-hariku..
ada yang hilang saat mata ini tak membaca cerita mereka..
tertawa bersama di bilik mungil itu..
menghilangkan semua beban, asa dan rasa yang tak pernah bertepi..
aku merindukan kalian sahabatku..
merindukan bilik mungil tempat kita berbagi perjalanan hidup..
ada banyak cerita yang ingin aku bagi..
ada banyak kebahagiaan yang telah aku persiapkan untuk kalian..
tapi hati ini masih terpaut pada satu tempat yang harus aku datangi..
mungkin butuh waktu lama..
maaf kan aku sahabatku..
maaf atas aku yang tak bisa menjadi bagian dari perjalanan kalian..
tapi kalian harus tahu, kalian harus percaya..
aku pasti kembali..
kembali bersama kalian di bilik mungil itu..
tapi jangan tunggu aku..
percaya kalo Tuhan pasti akan mempertemukan kita lagi..
biarkan jari dan hatiku sendiri yang menuntunku untuk berada di bilik itu..
21 October 2010
kunikmati hujan malam ini di ujung mataku terjaga
aku mendengar suara merdu ini lagi..
nyanyian yang selalu memberikan semangat dan harapan baru untukku..
perlahan, aku mencoba menikmati setiap rintikan yang jatuh dan menghasilkan melodi indah ini..
rintik yang selalu membuat hati ini tersenyum..
rintik yang membuat rasa ini menjadi damai di tengahnya panasnya hati atas semua problematika hidup..
rintik hujan yang selalu aku rindukan di ujung mataku terjaga..
tak pernah bosan aku melukiskan semua hal indah tentang hujan..
tentang air yang kadang menjadi kambing hitam atas ulah manusia..
karena hujan itu suci..
sesuci bayi yang membuat orang ingin terus melihat dan bersamanya..
malam ini rintikan itu terdengar malu-malu..
saat yang tepat untuk berbagi tawa di bawah air yang mengalir dengan lembut..
tapi tak bisa aku lakukan malam ini..
tak bisa aku sentuh juga tak dapat aku lihat..
tak banyak yang bisa aku lakukan malam ini..
hanya mendengar melodi ini dari bilik kecil kamarku..
mencoba untuk berdialog dengannya melalui sapa angin..
mencari tahu lelah dan bahagianya hari ini..
ahh, serasa iri hati ini melihat angin bisa leluasa menari menikmati tiap nada yang jatuh..
menemani air itu sampai pada batas waktunya..
tapi aku percaya kalo mereka tahu jiwaku bersama mereka meskipun tubuh ini terpatung di tempat ini..
bernyanyi, berlari, berharap semua penat yang kurasa ikut menghilang tersapu air dingin yang mengalir ditubuhku..
malam ini..
untuk kesekian kali aku menjadikan hujan sebagai melodi penutup hariku..
menjadi pendongeng terbaikku yang menemaniku ke alam lainku..
damai, hanya kata itu yang bisa aku ucapkan saat mata ini mulai tertutup..
berharap semoga esok aku bisa bercengkrama dengan rintikan itu secara nyata..
dan sebelum aku berlalu dari diri dan duniaku..
kubisikkan perjalananku pada rmelodi ini..
seperti biasa, dia selalu membelaiku melalui angin..
memaksaku untuk memberikan senyum terbaikku hari ini..
Subscribe to:
Posts (Atom)


